Latar Belakang: Down syndrome merupakan gangguan perkembangan yang terjadi sebagai akibat dari kegagalan pembelahan sel pada embrio, yang seharusnya membuat dua salinan kromosom 21 namun menghasilkan tiga salinan, sehingga bayi baru lahir memiliki 47 kromosom, bukan 46 pada umumnya. Fisioterapi berperan dalam mengatasi problematik pada down syndrome seperti gangguan impairment, disability, dan activity limitation sehingga pasien dapat beraktivitas secara mandiri. Isi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penatalaksanaan fisioterapi dengan pemberian intervensi metode bobath pada pasien down syndrome. Metode: Desain yang digunakan laporan kasus (case report) dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan meliputi inspeksi, palpasi, ROM, pemeriksaan khusus joint laxity, sensory profile, dan GMFM-88, serta intervensi fisioterapi dengan menggunakan metode bobath, dan evaluasi fisioterapi. Hasil: Setelah dilakukan 3 kali tindakan fisioterapi terdapat peningkatan tonus otot, pada saat berdiri dengan fiksasi hip pelvic anak sudah stabil, perubahan respon anak pada permasalahan gangguan taktil, namun belum ada peningkatan pada kemampuan fungsional pada anak. Kesimpulan: Metode bobath efektif diberikan kepada anak down syndrome. Kata kunci: Down syndrome; Fisioterapi; Tonus postural; Bobath; Gross Motor Function Measure
Copyrights © 2026