Penerapan prinsip keberlanjutan melalui pengungkapan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) kini menjadi standar global dalam penilaian risiko dan kinerja perusahaan. Berdasarkan Stakeholder Theory, transparansi non-keuangan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor dan profitabilitas. Namun, di pasar berkembang seperti Indonesia, relevansi informasi ESG terhadap kinerja keuangan jangka pendek masih menjadi perdebatan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola secara parsial terhadap profitabilitas perusahaan (Return on Assets). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Sampel penelitian terdiri dari 96 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 yang dinilai oleh Bumi Global Karbon Foundation, dengan total 288 observasi yang diolah menggunakan Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pengungkapan lingkungan, sosial, maupun tata kelola tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Hal ini mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia belum sepenuhnya mengintegrasikan pengungkapan LST sebagai penentu utama profitabilitas seketika. Simpulan penelitian ini menekankan bahwa pengungkapan LST lebih berfungsi sebagai instrumen strategis jangka panjang untuk legitimasi dan manajemen risiko daripada pendorong laba jangka pendek. Perusahaan disarankan untuk tetap konsisten dalam pelaporan keberlanjutan guna membangun reputasi di masa depan.
Copyrights © 2026