Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena tingginya angka kejadian dan kompleksitas faktor risikonya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari Kabupaten Pemalang Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif analitik. Sampel berjumlah 62 responden, terdiri atas 31 kasus dan 31 kontrol yang dipilih menggunakan simple random sampling. Variabel yang diteliti meliputi kebiasaan merokok, kepadatan hunian, riwayat kontak erat penderita TB, kondisi ventilasi rumah, dan pencahayaan rumah. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian tuberkulosis (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan kepadatan hunian sebagai faktor yang paling dominan dengan Adjusted OR=2,646 (95% CI=0,869–8,051), namun belum signifikan secara statistik (p=0,087). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara faktor-faktor yang diteliti dengan kejadian tuberkulosis. Meskipun demikian, kepadatan hunian memiliki kecenderungan sebagai faktor risiko dominan sehingga perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis.
Copyrights © 2026