Keluhan nyeri punggung merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh petani padi akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang dan dalam postur kerja yang tidak ergonomis. Pada saat masa tanam, petani padi umumnya bekerja dengan posisi membungkuk dalam waktu yang lama sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya keluhan nyeri punggung. Selain postur kerja, durasi kerja dan penggunaan alat bantu kerja juga diduga berhubungan dengan terjadinya keluhan nyeri punggung pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan keluhan nyeri punggung pada petani padi saat masa tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani padi di Desa Tegalasri pada saat masa tanam. Sampel penelitian berjumlah 126 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja, kuesioner penggunaan alat bantu kerja, dan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) untuk mengukur keluhan nyeri punggung. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dan Regresi Logistik Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki postur kerja dengan kategori risiko tinggi, durasi kerja ≤8 jam per hari, menggunakan alat bantu kerja yang tidak ergonomis, serta mengalami keluhan nyeri punggung kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan nyeri punggung dengan nilai p=0,000 dan koefisien korelasi r=0,723. Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa postur kerja berpengaruh signifikan terhadap keluhan nyeri punggung (p=0,000), sedangkan durasi kerja (p=0,701) dan penggunaan alat bantu kerja (p=0,102) tidak berpengaruh signifikan terhadap keluhan nyeri punggung. Dapat disimpulkan bahwa postur kerja merupakan determinan utama keluhan nyeri punggung pada petani padi saat masa tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan postur kerja dan penerapan prinsip ergonomi selama bekerja untuk mengurangi risiko terjadinya keluhan nyeri punggung pada petani.
Copyrights © 2026