Mual muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester pertama dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini juga berisiko menyebabkan dehidrasi, penurunan nafsu makan, serta gangguan keseimbangan elektrolit yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin, seperti risiko berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur. Di Jawa Tengah, prevalensi ibu hamil yang mengalami mual muntah mencapai 40–60%. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian air kelapa muda karena mengandung elektrolit yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu mengurangi keluhan mual muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor mual muntah pada ibu hamil trimester pertama sebelum dan sesudah diberikan air kelapa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah, dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden. Intervensi dilakukan dengan pemberian air kelapa muda sebanyak 300 ml per hari selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual muntah sebelum diberikan intervensi sebesar 7,95, sedangkan setelah pemberian air kelapa muda menurun menjadi 4,86. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (α=0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor mual muntah yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian air kelapa muda. Kesimpulannya, pemberian air kelapa muda efektif dalam menurunkan skor mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Copyrights © 2026