Dysmenorrhea adalah nyeri menstruasi yang sering mengganggu aktivitas remaja. Salah satu metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri adalah terapi relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea pada siswi SMPN 6 Kota Kediri tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 16 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dengan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang. Setelah terapi, 12 responden mengalami penurunan nyeri, 4 responden tetap dalam kategori nyeri ringan, dan tidak ada peningkatan nyeri. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah terapi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi relaksasi napas dalam efektif menurunkan intensitas nyeri dysmenorrhea. Teknik ini sederhana, tidak memerlukan alat bantu, serta dapat dipraktikkan secara mandiri oleh remaja, sehingga layak dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam penatalaksanaan nyeri menstruasi.
Copyrights © 2025