Kereta api merupakan moda transportasi massal yang memiliki keunggulan dari sisi kapasitas, keselamatan, dan ketepatan waktu, sehingga berperan penting dalam mobilitas antarkota. Penetapan tarif layanan kereta api perlu mempertimbangkan kemampuan dan kesediaan membayar penumpang agar tercapai keseimbangan antara keterjangkauan dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) penumpang kereta api rute Tanjung Karang–Kertapati serta mengidentifikasi faktor preferensi pemilihan moda. Metodologi penelitian menggunakan survei kuesioner terhadap 150 responden yang merupakan pengguna jasa kereta api, dengan pengumpulan data primer berupa karakteristik sosial ekonomi, pola perjalanan, persepsi pelayanan, serta ATP dan WTP. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ATP penumpang masyarakat umum sebesar Rp53.333 per perjalanan dan pelajar/mahasiswa sebesar Rp32.692 per perjalanan, yang secara umum berada di atas tarif yang berlaku. Sementara itu, nilai rata-rata WTP sebesar Rp44.680 per perjalanan menunjukkan adanya kesediaan penumpang membayar lebih apabila kualitas layanan ditingkatkan. Faktor tarif, kenyamanan, dan keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan moda. Kesimpulannya, tarif kereta api saat ini dinilai masih sesuai dan dapat diterima oleh penumpang, dengan peluang penyesuaian tarif berbasis peningkatan kualitas pelayanan.
Copyrights © 2026