Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia menimbulkan berbagai tantangan multidimensional yang mencakup aspek kesehatan, sosial, dan psikologis. Kondisi ini mendorong perlunya program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup lansia secara menyeluruh. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) yang diinisiasi oleh BKKBN dan dilaksanakan di berbagai kelurahan, termasuk Kelurahan Margorejo Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan lansia melalui Program SELANTANG di Kelurahan Margorejo berdasarkan dimensi Personal Development dan Social Development menurut Jim Ife dan Frank Tesoriero. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi Personal Development, program berhasil meningkatkan pengetahuan kesehatan peserta, mendorong perubahan perilaku hidup sehat, serta menumbuhkan kepercayaan diri yang memungkinkan lansia berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada dimensi Social Development, program mendorong terbentuknya relasi sosial baru antarpeserta, meningkatnya partisipasi dalam kegiatan kelompok, serta perluasan keterlibatan lansia dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program SELANTANG berkontribusi nyata dalam pemberdayaan lansia melalui penguatan kedua dimensi tersebut yang berjalan secara saling mendukung dan memperkuat satu sama lain.
Copyrights © 2026