Studi ini mengkaji konflik melalui pendekatan struktural dengan mengeksplorasi teori konflik, sistem sosial, analisis jaringan, dan resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didasarkan pada tinjauan pustaka terhadap teori-teori relevan dan studi-studi terdahulu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh ketimpangan struktural, perbedaan kepentingan, kelemahan institusi politik dan sosial, serta interaksi antaraktor dalam jaringan sosial. Konflik terjadi pada tingkat mikro, meso, dan makro, di mana hubungan antara individu, kelompok, dan institusi memengaruhi perkembangannya. Meskipun konflik dapat menimbulkan ketegangan sosial, konflik juga dapat memperkuat solidaritas sosial, mendorong reformasi kelembagaan, dan memajukan perubahan sosial yang positif. Pendekatan struktural terhadap resolusi konflik menekankan pada penanganan akar penyebab konflik melalui keadilan sosial, penguatan kelembagaan, dan mekanisme pengelolaan konflik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, konflik tidak hanya harus dipahami sebagai masalah sosial, tetapi juga sebagai peluang untuk memperbaiki sistem sosial dan mewujudkan masyarakat yang lebih adil, stabil, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026