Kabupaten Sumedang memiliki visi menjadi Kabupaten Wisata bertaraf World Class Destination dan didukung dengan diresmikannya Jalan Tol Cisumdawu pada tahun 2023. Namun kondisi jalan penghubung menuju destinasi wisata alam belum sepenuhnya optimal, dan diindikasikan berdampak pada fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh infrastruktur jalan (X1) dan persepsi nilai wisatawan (X2) terhadap keberlanjutan destinasi wisata alam (Y) di Kabupaten Sumedang, dengan objek penelitian Cisoka Eco Green Park dan Mata Air Cipelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data dikumpulkan dari 409 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan dilakukan pembersihan terhadap outlier sehingga 380 responden digunakan untuk analisis utama menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS 25. Infrastruktur jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan destinasi, dengan persepsi nilai sebagai faktor yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi yang kuat dalam menjelaskan keberlanjutan destinasi wisata alam. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian aspek infrastruktur fisik dan persepsi wisatawan dalam satu kerangka analisis keberlanjutan destinasi wisata alam pada konteks daerah yang sedang berkembang.
Copyrights © 2026