Perkembangan teknologi telah mengubah pola perjalanan wisatawan, khususnya generasi muda yang cenderung bergantung pada aplikasi digital dalam menentukan pilihan transportasi. Bali sebagai destinasi wisata unggulan menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan transportasi berbasis aplikasi dengan transportasi lokal untuk menciptakan ekosistem mobilitas yang inklusif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi wisatawan muda dalam memilih moda transportasi serta mengidentifikasi strategi integrasi yang optimal. Dengan pendekatan kualitatif melalui metode focus group discussion (FGD), penelitian ini melibatkan pemangku kepentingan dari sektor pariwisata dan transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan muda mengutamakan aksesibilitas, efisiensi waktu, dan fleksibilitas dalam perjalanan. Transportasi online menjadi pilihan utama karena kepraktisan yang ditawarkan, sementara transportasi lokal tetap diminati untuk pengalaman yang lebih autentik. Integrasi kedua moda transportasi menjadi solusi dalam meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan di Bali.
Copyrights © 2026