Penyebaran misinformasi yang semakin cepat pada era pascakebenaran menjadi tantangan bagi mahasiswa yang semakin bergantung pada platform digital sebagai sumber informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi evaluasi informasi yang digunakan mahasiswa dalam mengidentifikasi berita palsu pada era pascakebenaran. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel ilmiah relevan yang diterbitkan pada 2021–2026, khususnya terkait literasi informasi, perilaku pencarian informasi, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi misinformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa aktif mengakses berbagai sumber informasi digital, tetapi proses evaluasinya masih relatif sederhana dan dipengaruhi penilaian subjektif. Kelebihan informasi, keterbatasan literasi informasi, dan bias kognitif, terutama confirmation bias, menjadi hambatan dalam mengevaluasi informasi secara efektif. Penguatan literasi digital dan informasi, peningkatan kemampuan berpikir kritis, serta pembelajaran kontekstual berbantuan teknologi diperlukan untuk meningkatkan kemampuan evaluasi informasi mahasiswa secara kritis dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026