Penggunaan rokok elektrik semakin meningkat karena dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional, meskipun berbagai penelitian menunjukkan adanya efek toksik terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan asap rokok elektrik terhadap perubahan berat badan dan kondisi klinis mencit jantan Mus musculus. Penelitian eksperimental laboratorik dilakukan selama 56 hari menggunakan lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol, paparan 18 puff satu kali sehari, 18 puff dua kali sehari, 36 puff satu kali sehari, dan 36 puff dua kali sehari. Parameter yang diamati meliputi perubahan berat badan dan kondisi klinis mencit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol mengalami peningkatan berat badan sebesar 6,4±2,7 gram, sedangkan seluruh kelompok paparan mengalami penurunan berat badan, yaitu -1,3±1,1 gram; -1,1±1,2 gram; -2,7±1,5 gram; dan -3,3±0,7 gram. Penurunan berat badan terbesar ditemukan pada kelompok 36 puff dua kali sehari. Selain itu, paparan asap rokok elektrik menyebabkan penurunan kondisi klinis mencit yang ditandai dengan berkurangnya aktivitas dan perubahan kondisi fisik. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,05). Disimpulkan bahwa paparan asap rokok elektrik selama 56 hari dapat menurunkan berat badan dan memperburuk kondisi klinis mencit, dengan efek yang meningkat seiring bertambahnya jumlah dan frekuensi paparan.
Copyrights © 2026