Kehadiran Revolusi Industri 5.0 membawa perubahan mendasar pada cara lembaga pendidikan mengelola tata kelola, sistem informasi, dan pengambilan keputusannya, termasuk pada lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi teknologi yang lahir dari era Industri 5.0 mengubah praktik administrasi pendidikan Islam, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan strategi yang relevan bagi lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Kajian ini disusun dengan pendekatan narrative review, menelusuri literatur akademik terbitan lima sampai sepuluh tahun terakhir yang membahas digitalisasi, kecerdasan buatan, dan sistem informasi manajemen pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi administrasi pendidikan Islam telah bergerak dari sekadar digitalisasi arsip menuju penggunaan sistem informasi manajemen terintegrasi seperti Education Management Information System, serta mulai merambah pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya manusia, dan supervisi kepala madrasah. Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur, kesenjangan literasi digital, dan kekhawatiran terhadap pergeseran nilai keislaman masih menjadi kendala yang signifikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan inovasi administrasi pendidikan Islam di era Industri 5.0 sangat bergantung pada kemampuan lembaga untuk memadukan efisiensi teknologi dengan penjagaan nilai-nilai keislaman, melalui kepemimpinan yang adaptif dan kebijakan yang berpihak pada pemerataan akses.
Copyrights © 2026