Stres akademik yang dialami mahasiswa dapat menyebabkan terjadinya self-harm. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran kualitas tidur, growth mindset, dan dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa pelaku self-harm. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa pada rentang usia remaja dan dewasa awal yang didominasi oleh perempuan yang pernah melakukan self-harm. Instrumen yang digunakan adalah Self-harm Inventory, Educational Stress Scale for Adolescents, Sleep Quality Scale, Multidimensional Mindset Scale, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support yang telah diadaptasi. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda dengan bantuan software JAMOVI. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas tidur, growth mindset, dan dukungan sosial berpengaruh terhadap stres akademik pada mahasiswa pelaku self-harm. Kualitas tidur memiliki pengaruh lebih besar terhadap stres akademik daripada dukungan sosial. Sementara growth mindset tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap stres akademik. Implikasi dari penelitian ini adalah menjaga agar tidur berkualitas dan memiliki dukungan sosial yang memadai penting untuk menurunkan stres akademik dan mencegah terjadinya self-harm pada mahasiswa.
Copyrights © 2026