Komunikasi berbasis internet yang cepat telah memberikan peluang untuk pengembangan diri, tetapi juga meningkatkan kerentanan terhadap Fear of Missing Out (FoMO), terutama di kalangan remaja yang aktif menggunakan platform media sosial. Dengan menerapkan self-determination theory dan teori social baseline theory, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana dukungan sosial mengurangi FoMO melalui peran mediasi dari kepribadian Big Five. Penelitian ini menggunakan convenience technique sampling dengan melibatkan 207 remaja berusia 18-25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki efek negatif yang signifikan terhadap FoMO yang ini menekankan pada perlindungan dalam konteks digital sosial. Analisis mediasi mengilustrasikan bahwa agreeableness, neuroticism, dan dimensi openness memiliki efek signifikan terhadap FoMO. Sebaliknya, extraversion dan conscientiousness bukan merupakan mediator yang signifikan. Dengan mengintegrasikan jalur kepribadian dengan mekanisme dukungan sosial, penelitian ini memajukan penjelasan yang lebih berdasar secara teoritis tentang FoMO dan memperjelas mengapa hanya sifat-sifat tertentu yang membentuk kecemasan sosial digital.
Copyrights © 2026