Masalah siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja putri merupakan permasalahan yang sering terjadi dan dapat menjadi indikator adanya gangguan kesehatan reproduksi. Salah satu faktor yang memengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi adalah tingkat stres, di mana peningkatan hormon kortisol dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Faktor lain yaitu aktivitas fisik, baik yang terlalu berat maupun terlalu rendah, yang dapat memicu gangguan ovulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas X di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 256 siswi, dengan teknik probability sampling menggunakan stratified random sampling, dan diperoleh sampel 156 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p=0,000 <0,05) serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p=0,000 <0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri kelas X di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Diharapkan remaja putri dapat mengelola stres dengan baik dan menjaga pola aktivitas fisik yang seimbang untuk meningkatkan kesehatan reproduksi.
Copyrights © 2025