Pemeriksaan dan pengawasan kesehatan hewan kurban merupakan bagian penting dari fungsi kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) untuk menjamin daging yang beredar di masyarakat memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Keterbatasan sumber daya manusia pada dinas peternakan daerah, khususnya di wilayah perkotaan dengan sebaran lokasi penyembelihan yang luas, mendorong perlunya kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil monitoring kesehatan hewan kurban berbasis mahasiswa yang diselenggarakan oleh Program Studi Peternakan Universitas Abulyatama bekerja sama dengan Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh pada Idul Adha 1447 H/2026 M. Sembilan mahasiswa Semester VI mata kuliah Manajemen Industri Ternak Potong diterjunkan sebagai enumerator lapangan, masing-masing didampingi dua dokter hewan/petugas dinas, untuk memantau pemeriksaan antemortem dan postmortem di 9 kecamatan se-Kota Banda Aceh selama 27–30 Mei 2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif dan tabulatif. Hasil monitoring mencatat 2.404 ekor hewan kurban (1.522 ekor sapi/63,3% dan 882 ekor kambing/36,7%) tersebar di 90 titik penyembelihan; Kecamatan Kuta Alam tertinggi (359 ekor) dan Kuta Raja terendah (97 ekor). Seluruh hewan dinyatakan sehat, aktif, dan bebas gejala penyakit menular sehingga layak dipotong sesuai ASUH. Kegiatan ini membuktikan pelibatan mahasiswa mampu memperluas jangkauan pengawasan dinas tanpa menambah beban sumber daya tetap, sekaligus memberi pengalaman belajar berbasis lapangan bagi mahasiswa sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi
Copyrights © 2026