Ketahanan pangan skala rumah tangga dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan lahan sempit dan pengolahan limbah rumah tangga menjadi media budi daya tanaman pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang mengenai teknik penanaman cabai (Capsicum annuum L.) pada media botol plastik bekas, sekaligus mengamati perbedaan pertumbuhan tanaman yang disiram menggunakan air cucian beras dibandingkan dengan air biasa. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Bina Bangsa Bidang Kesehatan Masyarakat pada Kamis, 23 Juli 2026, di halaman Kantor Desa Mandalasari. Metode yang digunakan berupa penyuluhan partisipatif, demonstrasi langsung, dan pengamatan komparatif sederhana antara dua perlakuan penyiraman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman cabai yang disiram dengan air cucian beras tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman yang disiram dengan air biasa. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa air cucian beras mengandung karbohidrat, protein, vitamin B1 (tiamin), nitrogen, fosfor, dan kalium yang berperan dalam pembentukan hormon pertumbuhan auksin dan giberelin serta mendukung sintesis klorofil. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi ketahanan pangan yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Copyrights © 2026