Biodiesel merupakan bahan bakar pengganti diesel yang diperoleh dari sumber hayati terbarukan, misalnya minyak nabati maupun lemak hewani. Pembuatan biodiesel dilakukan lewat reaksi transesterifikasi: trigliserida yang terkandung dalam minyak atau lemak dipecah oleh alkohol berantai pendek (metanol atau etanol) dengan bantuan katalis, sehingga dihasilkan metil/etil ester asam lemak rantai panjang (biodiesel) dan gliserol. Berbagai riset sebelumnya sudah memanfaatkan minyak jarak kepyar maupun minyak jelantah dengan katalis homogen dan heterogen. Pada penelitian ini, minyak jarak kepyar diproses menggunakan katalis heterogen yang disintesis dari cangkang kepiting bakau—dengan variasi rasio mol minyak : metanol 1 : 25, 1 : 27, 1 : 29, dan 1 : 31 serta bobot katalis 1 %, 3 %, 5 %, dan 7 % dari massa minyak. Cangkang kepiting terlebih dahulu dikalsinasi pada 850 °C selama 4 jam. Reaksi transesterifikasi berlangsung 120 menit pada 65 °C. Kondisi optimum tercapai pada rasio 1 : 27 dengan 3 % katalis, menghasilkan rendemen biodiesel sebesar 80,74 %. Analisis GC‑MS menunjukkan lima puncak utama yang mengindikasikan terbentuknya metil ester.
Copyrights © 2026