Antenatal Care (ANC) penting untuk memantau kesehatan ibu-janin dan mencegah komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Namun, tingkat kepatuhan kunjungan ANC di beberapa daerah, termasuk Kecamatan Teluk Pakedai, masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu nifas di Kecamatan Teluk Pakedai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel (n = 38 responden) adalah ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik random sampling berdasarkan data register Posyandu binaan Puskesmas Teluk Pakedai. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,006), dukungan suami (p = 0,042), dan sikap tenaga kesehatan (p = 0,013) dengan kepatuhan kunjungan ANC. Sebaliknya, variabel sikap ibu, umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan ketersediaan pelayanan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan ibu nifas dalam melakukan kunjungan ANC lebih dominan dipengaruhi oleh faktor predisposing dan reinforcing dibandingkan faktor enabling. Program peningkatan kepatuhan ANC ke depan perlu difokuskan pada penguatan edukasi kesehatan, optimalisasi dukungan psikososial suami, serta peningkatan kompetensi komunikasi interpersonal tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026