Perempuan Indonesia yang tinggal di Taiwan dapat menghadapi tekanan adaptasi, tuntutan kerja, keterbatasan dukungan psikososial, dan hambatan memperoleh informasi kesehatan yang sesuai dengan bahasa serta konteks budaya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat resiliensi psikologis dan meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi perempuan diaspora Indonesia di Taiwan. Program dilaksanakan pada Maret 2026 di Tainan, Taiwan, dan melibatkan 28 peserta yang direkrut melalui Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah Taiwan. Evaluasi menggunakan rancangan satu kelompok pretest-posttest dengan kegiatan berupa identifikasi kebutuhan, ko-desain materi, lokakarya, pelatihan pengelolaan stres, konseling kelompok, dan refleksi. Pemahaman mengenai resiliensi psikologis dan pengetahuan kesehatan reproduksi dinilai menggunakan kuesioner evaluasi internal yang ditinjau dari kesesuaian isi dan kejelasan bahasa, tetapi belum diuji secara psikometrik. Data analisis secara deskriptif. Proporsi peserta dalam kategori pemahaman resiliensi psikologis tinggi berubah dari 10/28 (35,7%) menjadi 20/28 (71,4%), sedangkan proporsi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi memadai berubah dari 11/28 (39,3%) menjadi 22/28 (78,6%). Temuan menunjukkan perubahan positif jangka pendek, tetapi efek kausal dan keberlanjutan hasil belum dapat disimpulkan karena tidak terdapat kelompok pembanding dan pengukuran tindak lanjut.
Copyrights © 2026