Studi ini menguji peran tingkat inflasi dan fluktuasi nilai tukar dalam menentukan dinamika harga saham emiten sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI) rentang 2019–2024. Melalui metode kuantitatif, data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan, publikasi BEI, serta indikator ekonomi makro. Penentuan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling hingga diperoleh 10 perusahaan relevan. Pengolahan data memanfaatkan regresi data panel Random Effect Model (REM) yang dioperasikan via EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan nilai tukar berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, inflasi dan nilai tukar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap dinamika harga saham sektor energi. Oleh karena itu, perusahaan sektor energi dan investor disarankan untuk lebih berfokus pada mitigasi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah serta terus memantau dinamika makroekonomi dalam pengambilan keputusan investasi.
Copyrights © 2026