Teluk Jakarta merupakan kawasan pesisir strategis di pantai utara Pulau Jawa yang menopang aktivitas kepelabuhanan, pelayaran, perikanan, industri, pariwisata, dan permukiman, sekaligus menjadi muara bagi sejumlah sungai besar yang melintasi wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dinamika arus di perairan ini terbentuk dari superposisi arus sirkulasi umum (residual/non-pasang surut), arus pasang surut, serta hanyutan Stokes (Stokes drift) yang dibangkitkan oleh gelombang permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik arus total (utot, vtot) di Teluk Jakarta selama puncak Monsun Peralihan II, beserta kontribusi masing-masing komponen penyusunnya, yaitu arus pasang surut (utide, vtide), arus residual (uo, vo), dan hanyutan Stokes gelombang permukaan (vsdx, vsdy). Data bersumber dari produk Global Ocean Physics Analysis and Forecast, Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS), dengan resolusi spasial 1/12° (≈0,083°), pada periode 10 September–10 Oktober 2024, dan diekstraksi pada tiga stasiun observasi virtual (A, B, dan C) yang mewakili perairan dekat muara/pesisir, tengah teluk, dan mulut teluk. Pengolahan statistik deskriptif dilakukan menggunakan Microsoft Excel, sedangkan visualisasi spasial dan temporal menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus total memiliki kecepatan rata-rata 0,058m/s dengan rentang −0,381 hingga 0,243m/s. Komponen pasang surut merupakan penyumbang paling energetik (rata-rata 0,058 m/s; maksimum 0,296 m/s), diikuti arus residual (rata-rata 0,051m/s; maksimum 0,073m/s), sedangkan hanyutan Stokes memberikan kontribusi terkecil (rata-rata 0,011m/s; maksimum 0,063m/s). Seluruh komponen berada jauh di bawah 1 m/s sehingga tergolong arus lemah hingga sedang. Secara spasial, arus total memasuki teluk dari arah timur, mengalami pembelokan bolak-balik di bagian tengah cekungan, kemudian keluar ke arah barat mengikuti pola sirkulasi Laut Jawa pada masa peralihan monsun. Temuan ini melengkapi hasil Aini et al. (2025) dan Febriana et al. (2025) pada periode pengamatan yang sama, serta bermanfaat bagi keselamatan navigasi, pengelolaan wilayah pesisir, pemantauan kualitas perairan, dan dukungan operasi pertahanan laut di Teluk Jakarta.
Copyrights © 2025