Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi keterbatasan akses literasi keagamaan santri tunanetra melalui pengembangan audio-book keagamaan dan penyediaan kitab Braille di Pesantren Inklusi Sabilillah, Probolinggo. Latar belakang program berangkat dari minimnya bahan ajar mandiri bagi 11 santri tunanetra yang selama ini bergantung penuh pada transmisi lisan guru serta keterbatasan mushaf Braille. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), meliputi produksi 10 judul audio-book, distribusi kitab Braille, pelatihan guru, serta pendampingan penggunaan media. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan literasi keagamaan dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 39,36%, peningkatan kemandirian belajar pada 81,8% santri, serta tingkat adopsi media oleh guru sebesar 80%. Kepuasan pengguna sangat baik (santri 4,44; guru 4,60 dari skala 5). Program ini membuktikan bahwa teknologi asistif yang terintegrasi dengan pendekatan pemberdayaan komunitas efektif memperkuat pembelajaran agama inklusif. Kesimpulannya, inovasi audio-Braille berkontribusi nyata terhadap pemerataan akses pendidikan keagamaan dan layak direplikasi pada pesantren inklusi lainnya.
Copyrights © 2026