Baja ringan cold-formed steel banyak digunakan pada elemen struktural karena memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi. Namun, perbedaan karakteristik material, ketebalan, dan proses produksi antarproduk komersial dapat menghasilkan respons lentur yang berbeda. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja lentur baja ringan profil 2C yang disusun membentuk penampang kotak dari tiga merek komersial, yaitu Montana, Cakra, dan Nusa. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui pengujian lentur dengan mengevaluasi respons tegangan dan deformasi hingga mencapai kondisi maksimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen Cakra menghasilkan tegangan maksimum tertinggi sebesar 442 MPa, diikuti Nusa sebesar 368 MPa dan Montana sebesar 341 MPa. Dengan demikian, tegangan maksimum Cakra masing-masing sekitar 20,1% dan 29,6% lebih tinggi dibandingkan Nusa dan Montana. Spesimen Cakra juga menunjukkan pertambahan panjang yang lebih besar, yang mengindikasikan kemampuan deformasi yang lebih tinggi sebelum mencapai kondisi kegagalan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kinerja mekanik yang nyata secara deskriptif antara ketiga produk baja ringan yang diuji, dengan profil 2C merek Cakra menunjukkan kapasitas tegangan dan deformasi tertinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan karakteristik mekanik aktual produk, selain geometri penampang, dalam pemilihan baja ringan untuk elemen yang menerima pembebanan lentur.
Copyrights © 2026