Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemantauan status gizi serta keterbatasan pengetahuan mengenai obesitas menjadi tantangan dalam upaya pencegahan obesitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko obesitas melalui implementasi aplikasi skrining Indeks Massa Tubuh (BMI) dan edukasi kefarmasian. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2026 di Desa Tambakmenjangan, Kabupaten Lamongan dengan melibatkan 35 peserta wanita. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, pengukuran berat badan dan tinggi badan, skrining BMI menggunakan aplikasi berbasis web, edukasi kefarmasian, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui post-test. Hasil skrining menunjukkan bahwa sebanyak 48,5% peserta berada pada kategori overweight dan obesitas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 62,3 pada pre-test menjadi 88,9 pada post-test. Peningkatan pengetahuan juga terlihat pada seluruh indikator pertanyaan, terutama mengenai pemahaman perhitungan dan interpretasi BMI. Dengan demikian, implementasi aplikasi skrining BMI yang dikombinasikan dengan edukasi kefarmasian dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, kemampuan melakukan pemantauan status gizi secara mandiri, serta kesadaran terhadap pencegahan obesitas.
Copyrights © 2026