Tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Perbedaan tingkat kepolaran pelarut dapat memengaruhi jenis dan jumlah senyawa yang terekstraksi sehingga dapat memengaruhi tingkat toksisitas ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polaritas pelarut terhadap toksisitas ekstrak daun anting-anting (Acalypha indica L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu ekstraksi ultrasonik menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana. Selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia dan uji toksisitas dengan metode BSLT. Tingkat toksisitas ditentukan berdasarkan jumlah kematian larva Artemia salina Leach setelah 24 jam perlakuan dan dianalisis menggunakan metode probit dengan bantuan program SPSS untuk memperoleh nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50ekstrak etanol 96% sebesar 439,242 ppm, ekstrak etil asetat sebesar 227,162 ppm, dan ekstrak n-heksana sebesar 684,996 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etil asetat daun anting-anting (Acalypha indica L.) memiliki tingkat toksisitas paling tinggi karena memiliki nilai LC50 paling rendah dibandingkan ekstrak etanol 96% dan n-heksana.
Copyrights © 2026