Penelitian ini bertujuan untuk memahami perspektif global terhadap tradisi Mapalus serta melihat bagaimana nilai-nilai kolektivitas, gotong royong, dan solidaritas sosial yang terkandung di dalamnya diimplementasikan dalam pemberdayaan masyarakat Kairagi Dua. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman warga, peran tokoh adat, serta relevansi Mapalus dalam konteks perubahan sosial modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mapalus tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kerja sama tradisional, tetapi juga sebagai modal sosial yang memperkuat ketahanan komunitas, meningkatkan partisipasi warga, dan memperluas jejaring dukungan sosial. Temuan ini sejalan dengan teori modal sosial kontemporer yang menekankan pentingnya kohesi komunitas dalam pembangunan berkelanjutan, seperti yang dikemukakan oleh Donati (2021) dan Putnam (2020). Selain itu, implementasi Mapalus di Kairagi Dua terbukti mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat masa kini tanpa kehilangan nilai lokal yang menjadi identitas kolektif.
Copyrights © 2026