Permasalahan kesehatan mental pada remaja menjadi perhatian yang semakin meningkat, sementara akses terhadap layanan dukungan kesehatan mental di lingkungan sekolah masih terbatas. Konselor sebaya memiliki peran penting dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya, namun peran tersebut memerlukan kompetensi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan konselor sebaya dalam meningkatkan kompetensi konselor sebaya pada peserta didik di SMK Negeri 1 Sewon. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pretest–posttest control group design. Sebanyak 50 peserta didik dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 25) dan kelompok kontrol (n = 25). Kelompok intervensi mengikuti pelatihan konselor sebaya yang disusun secara terstruktur, sedangkan kelompok kontrol tidak memperoleh pelatihan selama periode penelitian. Kompetensi konselor sebaya diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang mencakup aspek keterampilan komunikasi, empati, keterampilan membantu, pemecahan masalah, literasi kesehatan mental, etika konseling, dan kemampuan melakukan rujukan. Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan konselor sebaya secara signifikan meningkatkan kompetensi konselor sebaya pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Peningkatan kompetensi terlihat pada berbagai aspek yang diperlukan untuk memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan konselor sebaya merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sebagai konselor sebaya serta berpotensi mendukung penguatan layanan kesehatan mental berbasis sekolah.
Copyrights © 2026