Formasi Kalipucang merupakan satuan karbonat berumur Miosen Tengah yang berkembang di wilayah Pegunungan Selatan Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan Formasi Kalipucang berdasarkan karakteristik mikrofosil pada batugamping pasiran di Daerah Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian meliputi pengamatan lapangan, pengambilan sampel batuan karbonat, serta analisis mikropaleontologi di laboratorium. Foraminifera planktonik digunakan untuk menentukan umur relatif, sedangkan foraminifera bentonik dimanfaatkan sebagai indikator lingkungan pengendapan melalui pendekatan paleoekologi, termasuk distribusi dan rasio planktonik–bentonik (P/B). Hasil analisis menunjukkan bahwa asosiasi foraminifera planktonik dan bentonik mencirikan umur Miosen Tengah. Dominasi foraminifera bentonik yang disertai keberadaan foraminifera planktonik serta nilai rasio P/B menunjukkan lingkungan pengendapan laut dangkal. Berdasarkan integrasi data paleontologi, rasio P/B, dan karakteristik litologi, lingkungan pengendapan Formasi Kalipucang diinterpretasikan berada pada zona laut dangkal, khususnya Neritik Dalam (Paparan Dalam), dengan pengaruh suplai sedimen darat dan energi perairan sedang hingga relatif tinggi.
Copyrights © 2026