Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis ekosistem dakwah di era digital yang kian memicu masalah fragmentasi otoritas keagamaan, narsisme digital, serta individualisme para pembuat konten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep teoretis "Kolaboratif Profetik" melalui dekonstruksi relasi dakwah Nabi Musa dan Harun dalam QS. Thaha ayat 25–36 sebagai basis strategis tata kelola dakwah digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tahlili merujuk karya Al-Baghawi dan Ibnu Katsir. Hasil penelitian menemukan tiga pilar kolaborasi profetik: isyrāḥ al-ṣadr (kesiapan mental), tawāzun al-kafā'āt (sinergi kompetensi), dan al-tawajjuh al-ilāhī (orientasi teosentris). Model ini mendekonstruksi paradigma dakwah dari heroisme individualistik menjadi orkestrasi kerja tim demi terwujudnya kemaslahatan umat
Copyrights © 2026