Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 3 (2026): May 2026

Efisiensi Tiga Varietas Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forsk) sebagai Agen Fitoremediasi terhadap Limbah Cair Tempe

Rahel Rosana Pramudiva (Master Program of Environmental Science, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Semarang, Indonesia)
Rully Rahadian (Department of Biology, Science and Mathematics, Diponegoro University, Semarang, Indonesia)
Pertiwi Andarani (Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2026

Abstract

Industri tempe berskala rumah tangga di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah cair sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Fitoremediasi merupakan metode ramah lingkungan dengan biaya relatif rendah dan mampu meningkatkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kemampuan fitoremediasi tiga varietas kangkung air meliputi kangkung merah, kangkung batang putih, dan kangkung cabut casandra yang ditinjau dari aspek kualitas air dan morfologi tanaman.  Setiap varietas kangkung air yang digunakan sebagai agen fitoremediasi memiliki bobot yang seragam yaitu sebanyak 300 gram. Penelitian dilakukan selama 21 hari dengan total 18 unit akuarium. Pengujian limbah cair tempe menggunakan parameter fisika dan kimia (BOD, COD, TSS, pH, nitrat, nitrit, fosfat) serta pengukuran parameter biologi terhadap panjang akar, jumlah daun, dan tinggi tanaman setiap seminggu sekali. Berat basah akar ditimbang secara langsung, sedangkan berat kering akar ditimbang setelah dioven pada suhu 60  selama 3x24 jam. Varietas kangkung batang putih memiliki nilai efisiensi tertinggi daripada varietas kangkung cabut casandra dan kangkung merah pada penurunan parameter BOD dan COD sebesar 20% dan 23,8%. Parameter BOD, COD, dan TSS memiliki hasil yang tidak memenuhi baku mutu Permen LH RI Nomor 5 Tahun 2014. Sedangkan, nilai pH masih berada dalam ambang batas. Respon tanaman kangkung air terhadap limbah cair tempe mengalami perbedaan signifikan terhadap panjang akar (p=0,042) dan jumlah daun (p=0,028) dibandingkan tinggi tanaman (p= 0,225) selama proses fitoremediasi. Kemampuan penyerapan limbah cair tempe tertinggi ditunjukkan oleh kangkung batang putih dengan berat basah akar sebesar 0,98 gram. Kemampuan penyerapan unsur hara pada limbah cair tempe terbanyak ditunjukkan oleh kangkung merah dengan berat kering akar sebesar 0,12 gram. Penambahan pre-treatment sebelum uji fitoremediasi perlu dilakukan dengan media filtrasi dan adsorpsi berupa pasir silika, karbon aktif, dan zeolit untuk meningkatkan nilai efisiensi terhadap penurunan parameter fisika dan kimia.

Copyrights © 2026