Kualitas air bersih dipengaruhi oleh kondisi sanitasi dan karakteristik lingkungan, sehingga diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi parameter dominan yang memengaruhi kualitas air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter kualitas air yang paling berpengaruh terhadap kondisi sanitasi dan kualitas sumber air bersih di Kelurahan Bumiayu, Kota Malang menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada delapan sumur rumah tangga. Parameter kualitas air dianalisis mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar infrastruktur sanitasi belum memenuhi persyaratan higiene, dan seluruh sampel air tidak memenuhi baku mutu untuk higiene dan sanitasi. Analisis PCA mengidentifikasi dua komponen utama yang menjelaskan variasi kualitas air, dengan parameter bakteri coliform, Escherichia coli, pH, dan Total Dissolved Solids (TDS) sebagai faktor dominan. Korelasi yang kuat antara bakteri coliform dan Escherichia coli menunjukkan bahwa pencemaran mikrobiologis merupakan faktor utama yang memengaruhi kualitas air pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCA efektif sebagai pendekatan untuk mengidentifikasi parameter prioritas dalam evaluasi kualitas air dan mendukung penyusunan strategi pengelolaan sanitasi serta pengendalian pencemaran.
Copyrights © 2026