Pencemaran air merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama yang disebabkan oleh aktivitas industri, terutama akibat keberadaan logam berat yang bersifat toksik, persisten, dan sulit terdegradasi. Logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan nikel (Ni) termasuk pencemar prioritas karena berpotensi terakumulasi dalam lingkungan perairan dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu reaksi terhadap kinerja proses elektrokoagulasi dalam menurunkan konsentrasi logam berat pada air limbah artifisial sistem single komponen. Proses elektrokoagulasi dilakukan secara batch menggunakan elektroda aluminium dengan variasi waktu reaksi 15, 30, 45, 60, dan 75 menit pada kondisi operasi tetap. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi akhir logam berat, efisiensi penghilangan, perubahan pH, dan konsumsi energi listrik. Konsentrasi logam berat dianalisis menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu reaksi berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penghilangan logam berat hingga mencapai kondisi optimum pada waktu reaksi 60 menit. Efisiensi penghilangan pada sistem single komponen mencapai lebih dari 90% untuk Pb serta mendekati 100% untuk Cd dan Ni. Hasil ini menunjukkan bahwa elektrokoagulasi berpotensi sebagai teknologi pengolahan air limbah yang efektif dan aplikatif.
Copyrights © 2026