Pergeseran paradigma konsumsi di industri kecantikan mendorong meningkatnya perhatian konsumen terhadap aspek keamanan bahan, transparansi formulasi, dan keberlanjutan lingkungan yang terangkum dalam gerakan clean beauty. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tren clean beauty terhadap minat beli produk perawatan kulit (skincare) pada Sumia Skin Clinic di Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode analisis Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan bantuan peranti lunak SmartPLS 3.0. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen Sumia Skin Clinic di Bandar Lampung dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa tren clean beauty berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen dengan koefisien jalur (path coefficient) sebesar 0,590, nilai t-statistic sebesar 8,553 (> 1,96), dan p-value sebesar 0,000 (< 0,05). Nilai R-Square sebesar 0,348 mengindikasikan bahwa variabel tren clean beauty mampu menjelaskan variasi minat beli sebesar 34,8%, sedangkan sisanya sebesar 65,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya klinik kecantikan lokal untuk memperkuat komunikasi pemasaran berbasis transparansi kandungan produk, sertifikasi halal, dan formulasi alami demi mengoptimalkan minat beli konsumen secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026