Latar belakang: Kematian neonatal adalah istilah untuk kematian yang dialami oleh bayi dalam 28 hari pertama kehidupan setelah lahir, yang terbagi menjadi dua fase, yaitu neonatal dini (0-6 hari) dan neonatal lanjut (7-28 hari). Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kematian neonatal, misalnya asfiksia dan BBLR. Tujuan: Menganalisis distribusi kejadian kematian neonatal berdasarkan BBLR dan asfiksia di Provinsi Jawa Timur tahun 2022-2024. Metode: Penelitian ini dirancang dengan desain studi korelasi populasi. Populasi penelitian adalah 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Profil Kesehatan Jawa Timur tahun 2022-2024. Metode analisis data menggunakan aplikasi Quantum GIS versi 3.28.13 untuk menganalisis data secara deskriptif. Hasil: Distribusi kejadian kematian neonatal berdasarkan BBLR dan asfiksia di Provinsi Jawa Timur tahun 2022-2024 menunjukkan bahwa adanya variasi distribusi AKN. Wilayah dengan AKN yang relatif tinggi terutama terkonsentrasi di bagian timur Jawa Timur, dan pada beberapa wilayah tersebut juga terlihat kejadian BBLR dan asfiksia yang lebih besar dibandingkan wilayah lainnya. Kesimpulan: Distribusi kejadian kematian neonatal secara spasial di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022-2024 menunjukkan perbedaan antar kabupaten/ kota. Wilayah tertentu yang memiliki AKN lebih tinggi juga menunjukkan angka kejadian BBLR dan asfiksia yang tinggi pula.
Copyrights © 2026