UD. Fujika Furniture merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi meja, kursi, dan lemari. Dalam operasionalnya, perusahaan menerapkan sistem make to stock dan make to order. Permasalahan yang ditemukan adalah terjadinya bottleneck pada stasiun pengelasan yang menjadi titik hambatan dalam aliran produksi dengan waktu pengerjaan sebesar 2.400 detik dibandingkan stasiun kerja lainnya, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun. Akibatnya, terjadi penumpukan material dan waktu tunggu pada stasiun kerja sebelumnya. Penelitian ini hanya berfokus pada pembuatan kursi sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi lintasan produksi sebelum dan sesudah menerapkan metode Moodie Young dan Ranked Positional Weight (RPW) serta menentukan metode yang lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi lintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan perhitungan yang serupa, yakni pembentukan stasiun kerja menjadi 3 stasiun dari kondisi awal 6 stasiun, dengan peningkatan line efficiency dari 25,16% menjadi 60%, penurunan balance delay dari 78,84% menjadi 40%, dan penurunan smoothness index dari 15.740 menjadi 4.013,95. Kedua metode efektif dipilih karena menghasilkan nilai yang sama dalam meningkatkan efisiensi lintasan produksi.
Copyrights © 2026