Pengelolaan sampah kota di Indonesia masih didominasi oleh metode penimbunan terbuka (open landfilling), di mana dekomposisi anaerobik sampah organik menghasilkan emisi gas metana (CH4) yang signifikan dan berkontribusi terhadap pemanasan global. Penelitian ini mengestimasi potensi produksi CH4 dari kegiatan landfilling TPA di Jawa Timur, menggunakan metode IPCC 2006 Guidelines Tier 2. Data aktivitas diperoleh dari sampling komposisi dan densitas sampah selama delapan hari mengacu SNI 3964:2025, dipadukan dengan data timbulan sampah tahunan periode 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah yang masuk ke TPA meningkat dari 41.298 ton pada 2021 menjadi 55.501 ton pada 2025, didominasi oleh fraksi berkadar Degradable Organic Carbon (DOC) tinggi seperti food waste (22,11%), paper (10,92%), dan disposal nappies (7,43%). Berdasarkan model IPCC Tier 2, emisi CH4 meningkat secara progresif dari 0,056 Gg/tahun pada 2022 menjadi 0,266 Gg/tahun pada 2025, dan diproyeksikan mencapai 0,299 Gg/tahun pada 2027 seiring bertambahnya akumulasi sampah yang ditimbun. Temuan ini menjadi estimasi baseline produksi gas metana landfill tanpa infrastruktur penangkapan gas, bermanfaat bagi perencanaan pengelolaan gas landfill di TPA. Penelitian lanjutan disarankan untuk memvalidasi model melalui pemantauan emisi berkala serta mengkaji pemanfaatan gas metana sebagai sumber energi terbarukan.
Copyrights © 2026