Air formasi yang dihasilkan industri minyak dan gas membawa ion besi (Fe) terlarut yang mengancam badan air penerima apabila dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini menyiapkan komposit silika–kitosan berbahan abu ampas tebu (Saccharum officinarum L.) dan menguji kinerjanya sebagai adsorben ion Fe pada air formasi. Ampas tebu dikalsinasi pada 700 °C, abunya diekstraksi dengan NaOH lalu diendapkan dengan HCl, dan silika yang terbentuk digabungkan bersama kitosan pada nisbah 2:1. Komposit dikarakterisasi melalui FTIR dan SEM. Adsorpsi sistem batch dijalankan pada massa adsorben 0,1; 0,2; dan 0,3 g dengan rentang waktu kontak 40–120 menit, pada konsentrasi awal Fe 2,262 mg/L yang diukur menggunakan AAS. FTIR memastikan hadirnya gugus siloksan, silanol, dan amina, sementara SEM memperlihatkan permukaan yang lebih kasar dan seragam setelah modifikasi. Efisiensi penyisihan naik seiring bertambahnya massa adsorben, sedangkan kapasitas adsorpsi justru turun. Kondisi terbaik, yaitu 0,2 g selama 40 menit, mencapai penyisihan 79,71% dengan kapasitas 0,451 mg/g. Data kesetimbangan lebih mendekati pola Langmuir dibandingkan pola Freundlich.
Copyrights © 2026