Limbah kulit nanas berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC) karena mengandung senyawa organik dan unsur hara yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan sawi hijau (Brassica chinensis var. parachinensis) serta menganalisis kandungan unsur hara N, P, dan K pada POC yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu kontrol, POC konsentrasi 33,3%, 50%, dan 100% dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah kulit nanas tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, maupun berat basah sawi hijau. Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan kontrol dengan tinggi tanaman 9,87 ± 1,76 cm, jumlah daun 6,33 ± 1,53 helai, dan berat basah 11,00 ± 3,61 g. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa POC mengandung C-organik 1,57%, N-total 0,01%, P₂O₅ 0,04%, K₂O 0,46%, dan rasio C/N sebesar 157. Rendahnya kandungan unsur hara serta tingginya rasio C/N menunjukkan bahwa kualitas POC belum optimal sehingga ketersediaan unsur hara bagi tanaman masih terbatas. Dengan demikian, POC limbah kulit nanas pada penelitian ini belum efektif dalam meningkatkan pertumbuhan sawi hijau.
Copyrights © 2026