Krisis energi global dan meningkatnya emisi gas rumah kaca telah menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan lingkungan. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan energi alternatif dan terbarukan kian mendesak. Sumber energi potensial yaitu biomassa, Biomassa dinilai lebih ramah lingkungan dan tersedia secara melimpah, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Indonesia sendiri sebagai negara agraris menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar. Di sisi lain, masalah limbah kelapa perlu direduksi sejak di sumbernya menjadi bentuk lain yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan, salah satunya arang briket. Penelitian bertujuan sebagai inovasi produksi briket arang dari limbah kelapa, dengan pendekatan multidisiplin yang mencakup analisis teknis, lingkungan, dan potensi implementasi skala kecil dan menengah dimasyarakat. Metode experimen menggunakan rancangan faktorial, dianalisis dengan varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Tes Duncan. Karakterisasi Briket : Nilai kadar karbon terikat, Nilai Kalor dan Kerapatan briket. Hasil penelitian menunjukan bahwa briket tempurng kelapa sample A menunjukan hasil tertinggi 45,10% dan belum memenuhi standar SNI yaitu 77%. Karbon terikat menunjukkan jumlah arang yang tersisa setelah tahap devolatilisasi pada tahap pembakaran biomassa. Nilar kalor briket tempurung kelapa tertinggi sampel B dengan nilai kalor 4636.90 kal/g dan nilai kerapat tertinggi sampel B 0.572. Hasil penelitian menunjukan nilai briket tempurung kelapa memenuhi standar SNI dengan nilai standar kerapatan briket 0.44 g/cm³.
Copyrights © 2026