Bencana banjir dan tanah bergerak yang terjadi di Kampung Waq Toweren pada tahun 2025 menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Kerusakan infrastruktur, keterbatasan akses air bersih, penurunan produktivitas ekonomi, serta dampak psikososial menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan berbasis kearifan lokal “sumang”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Asset Based Community Development (ABCD) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, antara lain tersedianya akses air bersih bagi lebih dari 85% masyarakat, terbentuknya Kampung Siaga Bencana, peningkatan pemahaman mitigasi hingga 80%, serta rehabilitasi lingkungan melalui penanaman ±500 pohon. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu meningkatkan keberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026