Permasalahan sampah di wilayah perkotaan, termasuk di RW 02 Kelurahan Kedung Baruk, masih menjadi tantangan akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan ketiadaan sistem pengelolaan berbasis partisipasi. Sampah rumah tangga yang tidak dipilah menyebabkan pencemaran lingkungan dan hilangnya potensi nilai ekonomi. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), program Bank Sampah diterapkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan kemandirian warga dalam mengelola sampah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan pemilahan, dan pendampingan pembentukan struktur Bank Sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya pemilahan sampah dan aktif menabung sampah anorganik bernilai jual, sehingga memperoleh manfaat ekonomi dan mengembangkan perilaku peduli lingkungan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kerja sama antarkelompok masyarakat serta melibatkan anak-anak dan remaja dalam aktivitas kreatif terkait daur ulang. Program Bank Sampah terbukti menjadi media pemberdayaan yang efektif untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026