Penelitian ini bertujuan mengkaji etnozoologi Suku Maybrat di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, dengan fokus pada jenis satwa liar yang diburu, pola pemanfaatannya, teknik berburu, serta persepsi masyarakat terhadap satwa yang dilindungi. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 27 pemburu. Responden didominasi oleh laki-laki (96,3%) dengan tingkat pendidikan sebagian besar SMA (84,4%). Sebanyak 14 spesies satwa liar dimanfaatkan masyarakat, meliputi mamalia, burung, reptil, ikan, dan udang galah. Perburuan dilakukan secara subsisten menggunakan peralatan berburu tradisional. Hasil buruan dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani, sumber pendapatan, kebutuhan upacara adat, serta bahan pembuatan ornamen tradisional dari beberapa bagian tubuh satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai status perlindungan satwa masih terbatas. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap spesies yang memiliki nilai konservasi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui penyuluhan dan pendampingan mengenai konservasi satwa liar, disertai penguatan kolaborasi antara hukum negara dan hukum adat dalam pengelolaan perburuan. Penyusunan peraturan kampung yang mengatur larangan atau pembatasan perburuan spesies tertentu menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pemanfaatan satwa liar secara berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah adat Suku Maybrat.
Copyrights © 2026