Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan daya ledak otot tungkai dengan hasil tendangan T pada mahasiswa Penjaskesrek Universitas Islam Indragiri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 11 mahasiswa perempuan. Daya ledak otot tungkai diukur melalui standing broad jump, sedangkan hasil tendangan T ditentukan dari jumlah tendangan valid selama satu menit. Data dianalisis secara deskriptif, diuji normalitasnya menggunakan Lilliefors, kemudian diuji dengan korelasi Product Moment Pearson dan uji t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata daya ledak otot tungkai sebesar 2,44 m dengan simpangan baku 0,41, sedangkan rata-rata hasil tendangan T sebesar 44,27 tendangan per menit dengan simpangan baku 12,45. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal karena L0 variabel X sebesar 0,132 dan L0 variabel Y sebesar 0,141 lebih kecil daripada Ltabel 0,249. Hasil korelasi memperoleh r hitung 0,322 lebih kecil daripada r tabel 0,602, sedangkan uji signifikansi memperoleh t hitung 1,02 lebih kecil daripada t tabel 2,262. Dengan demikian, hubungan kedua variabel bersifat positif, tetapi rendah dan tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa hasil tendangan T satu menit lebih dipengaruhi oleh kombinasi teknik, koordinasi, ritme, keseimbangan, dan daya tahan gerak.
Copyrights © 2026