Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang terjadi akibat penyempitan atau oklusi arteri serebral sehingga menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan otak dan berujung pada nekrosis sel saraf. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa stroke merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kecacatan secara global dengan perkiraan 94 juta kasus di seluruh dunia serta 12 juta kasus baru dengan periode tahun 2021-2025. Jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini yaitu 1 orang responden di ruangan melati rumah sakit vita insani pematangsiantar. Penelitian ini berlangsung mulai dari tanggal 01 april sampai 03 april 2025. Masalah keperawatan yang ditemukan pada pasien yaitu gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri: berpakaian, dan resiko perfusi serebral tidak efektif. Implementasi yang dilakukan pada pasien adalah melakukan dukungan mobilisasi seperti ROM, melakukan perawatan diri seperti berpakaian dan pemantauan intrakranial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan mobilitas fisik, peningkatan perawatan diri, dan penurunan intrakranial. Asuhan keperawatan yang diberikan selama tiga hari pada pasien stroke non hemoragik menunjukkan hasil yang baik, dengan tiga masalah keperawatan teratasi yaitu gangguan pola tidur, defisit perawatan diri: berpakaian dan resiko perfusi serebral tidak efektif.
Copyrights © 2026