Penelitian ini menganalisis penerapan sistem logistik ritel modern pada Circle K Cabang Batam Nagoya, sebuah franchise internasional asal Texas, USA, dibandingkan dengan beberapa ritel lokal di Batam. Fokus penelitian mencakup penerapan prinsip inventory management seperti FIFO (First-In, First-Out) dan FEFO (First-Expired, First-Out), serta keunggulan sistem logistik terintegrasi dibandingkan dengan ritel lokal. Metode penelitian menggunakan observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Circle K cabang Batam Nagoya menerapkan sistem logistik hibrid yang menggabungkan keunggulan global (global best practices) dengan adaptasi lokal, didukung Management Sistem Informasi real-time. Penerapan FEFO yang ketat untuk produk segar dan FIFO untuk produk non-perishable berhasil meminimalkan waste sebesar 15%. Keunggulan Circle K terletak pada sistem demand forecasting yang mengadopsi AI dari kantor pusat, cross-docking terkomputerisasi untuk meminimalkan biaya dan limbah, serta standar operasional global yang terintegrasi. Selain itu, integrasi teknologi seperti sistem Point of Sale (POS) dan Warehouse Management System (WMS) telah meningkatkan visibilitas dalam rantai pasok. Namun, tantangan seperti fluktuasi permintaan musiman dan keterbatasan ruang penyimpanan masih menjadi kendala. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi dengan pemasok lokal untuk supply chain segar serta adopsi teknologi blockchain guna meningkatkan traceability. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan logistik ritel modern di Indonesia, khususnya dalam konteks persaingan antara franchise internasional dan ritel lokal.
Copyrights © 2026