Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kearifan lokal Tiga Pilar Budaya Cianjur (Ngaos, Mamaos, dan Maenpo) sebagai upaya pembentukan akhlakul karimah peserta didik. Di tengah arus modernisasi yang mengikis jati diri budaya lokal, model ini menawarkan pendekatan pedagogis yang holistik dengan menyinergikan dimensi spiritual, estetik, dan kinestetik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang didukung oleh observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngaos berfungsi sebagai fondasi religiusitas (olah hati), Mamaos berperan dalam internalisasi nilai kesantunan dan estetika (olah rasa), serta Maenpo menjadi sarana pengembangan karakter disiplin dan ketangguhan mental (olah raga). Integrasi ketiga pilar tersebut dalam materi PAI terbukti mampu mentransformasi pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pengalaman spiritual yang kontekstual. Model ini tidak hanya memperkuat jati diri kedaerahan sesuai amanat Perda Kabupaten Cianjur Nomor 10 Tahun 2020, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam menanamkan karakter yang berakhlak mulia dan tangguh menghadapi tantangan global.
Copyrights © 2026