Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis konsep matematika, khususnya geometri tradisional, yang terdapat dalam upacara adat Naik Dango Suku Dayak Kanayatn. Upacara ini tidak hanya menjadi sarana ritual dan budaya, tetapi juga menyimpan nilai-nilai matematika yang terintegrasi dalam arsitektur rumah Radakng, dango padi, alat peraga, serta alat musik tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menganalisis unsur-unsur matematika yang terkandung dalam upacara tersebut serta mengeksplorasi potensinya dalam pembelajaran matematika berbasis budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi artefak budaya. Analisis dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data yang diperoleh, serta memvalidasi temuan melalui triangulasi dan pemeriksaan anggota (member checking). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Naik Dango mengandung berbagai konsep matematika, antara lain sistem pengukuran tradisional (depa, tangkah), simetri dan transformasi geometri pada anyaman dan ornamen, bangun ruang pada arsitektur rumah Radakng dan dango, serta pola bilangan dalam ritme musik tradisional. Unsur-unsur ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika kontekstual yang mampu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya. Penelitian ini merekomendasikan agar guru, masyarakat, dan pemerintah berkolaborasi dalam pelestarian kearifan lokal sekaligus mengembangkannya menjadi sumber belajar yang relevan bagi generasi muda.
Copyrights © 2026